Tuesday, 15 October 2019

Materi Pengayaan PPh Pasal 21

PPh Pasal 21
1.        Penghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur

Contoh:
Irwinsyah bekerja pada PT. Anugrah dengan gaji sebulan Rp5.000.000 dan membayar iuran
pensiun sebesar Rp100.000. Irwinsyah berstatus menikah dengan 1 orang anak.
Perhitungan PPh Pasal 21 adalah:
Gaji sebulan                                                         Rp 6.000.000
Pengurang                       
            Biaya jabatan             Rp 300.000
Iuran pension             Rp 100.000
                                                                                    (Rp400.000)
                                                                                    Rp 5.600.000
Penghasilan neto setahun: 12 x Rp5.600.000
Rp67.200.000

PTKP (K/1):
· Untuk diri Wajib Pajak
Rp54.000.000
· Tambahan WP menikah
Rp4.500.000
· Tambahan tanggungan 1
Rp4.500.000 +
Rp63.000.000 –
Rp4.200.000
Penghasilan Kena Pajak

PPh Pasal 21 setahun : 5% x Rp4.200.000
Rp210.000
PPh Pasal 21 sebulan : Rp210.000 ÷ 12
Rp14.000

2.    Penghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur
Penghasilan tidak teratur berupa jasa produksi, tantiem, gratifikasi, tunjangan hari raya, bonus, premi, dan penghasilan sejenis lainnya yang sifatnya tidak tetap dan pada umumnya diberikan sekali dalam setahun.
a.         Hitungan 1. Menghitung PPh Pasal 21 setahun atas penghasilan teratur (sebelum ditambah
bonus/jasa produksi/tunjangan hari raya).
b.        Hitungan 2. Menghitung PPh pasal 21 setahun atas penghasilan teratur ditambah penghasilan tidak teratur.
c.         Menghitung PPh atas penghasilan tidak teratur (bonus/jasa produksi/tunjangan hari raya, dan
lain sebagainya), sama dengan hitungan 2 dikurangi hitungan 1.
Contoh:
Faisal (status lajang) bekerja pada PT. Sejahtera dengan gaji Rp5.000.000 sebulan. Pada bulan Juli 2017 menerima bonus sebesar Rp8.000.000. Setiap bulannya, Faisal membayar iuran pensiun ke Dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp50.000.


Penghitungan PPh Pasal 21 atas Bonus:
1.        PPh Pasal 21 atas Gaji setahun
Gaji setahun (12 x Rp5.000.000)                                                             Rp60.000.000
Pengurang:
1.    Biaya jabatan              : 5% x Rp60.000.000              Rp3.000.000
2.    Iuran pension              : 12 x Rp50.000                      Rp600.000 +
Rp3.600.000 –
3.     Penghasilan neto setahun                                                                    Rp56.400.000
4.     PTKP (TK/0)
· Untuk diri Wajib Pajak                                                                         Rp54.000.000 –
Penghasilan Kena Pajak                                                                           Rp2.400.000
PPh Pasal 21 atas gaji: 5% x Rp2.400.000                      Rp120.000

2.        PPh Pasal 21 atas Gaji dan Bonus (penghasilan setahun)
Gaji setahun (12 x Rp5.000.000)                                                 Rp60.000.000
Bonus                                                                                           Rp 8.000.000 +
Penghasilan bruto setahun                                                           Rp68.000.000
Pengurang:
1. Biaya jabatan: 5% x Rp68.000.000     Rp3.400.000
2. Iuran pensiun: 12 x Rp50.000              Rp600.000 +
Rp4.000.000 –
Penghasilan neto setahun                                                             Rp64.000.000
PTKP (TK/0)
Untuk diri Wajib Pajak                                                                Rp54.000.000 –
Penghasilan Kena Pajak                                                               Rp10.000.000

PPh Pasal 21 atas gaji dan bonus: 5% x Rp10.000.000               Rp500.000
3          
P       3. Ph Pasal 21 atas Bonus
       PPh Pasal 21 atas bonus adalah: Rp500.000 – Rp120.000     Rp380.000
       
      Soal
Pak Hamid  pada tahun 2018 seorang manajer pada PT. tambi dengan gaji sebulan Rp 20.000.000. selain itu Ia juga memperoleh premi asuransi dan jaminan hari tua yang dibayar masing-masing sebesar 2% dan 5% dari gaji pokok. Pak Hamid berstatus menikah dan dikaruniai 3 orang anak, dan menanggung kedua orang tua yang tinggal bersamanya. Berapakah PPh pasal 21 yang harus dibayar oleh Pak Hamid pada tahun 2018.

Monday, 7 October 2019

Soal PPh Pasal 21

1. Pak Endro bekerja pada PT. Nasmodo dengan gaji sebulan Rp 12.000.000 tunjangan tranportasi dan telepon sebesar Rp300.000. premi asuransi yang dibayar perusahaan 2% dari gaji pokok/ bulan. Pak Endro berstatus menikah dengan 4 orang anak. Berapa pajak penghasilan yang harus dibayar oleh Pak Endro ?