Bab I Masalah Pokok Ekonomi
1. Pokok Masalah Ekonomi Klasik
Teori ini berdasarkan pemikiran Adam
Smith, David Ricardo, dan John Stuart Mill yang mendominasi pemikiran ekonomi
sampai tahun 1870-an. Teori ekonomi klasik melihat pentingnya masalah
ekonomisebagai satu kesatuan dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi
untuk kesejahteraan (kemakmuran). Dalam kesatuan proses itu, para pendukung
ekonomi klasik amat menekankan kekuatan pasar sehingga menolak campur tangan
pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Apabila dirinci, permasalahan ekonomi
klasik ini dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu dari segi produksi,
distribusi, dan konsumsi.
§ Masalah Produksi
Masalah
produksi adalah permasalahan bagaimana memproduksi semua benda (barang dan
jasa) yang dibutuhkan oleh orang banyak. Dasar pemikirannya adalah melakukan
produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum. Perbedaan kebutuhan
dan selera individual atau kelompok dalam masyarakat tidak terlalu dipikirkan
disini.
§ Masalah Distribusi
Setelah
benda pemuas kebutuhan diproduksi, masalah yang harus diperhatikan adalah
bagaimana supaya benda-benda tersebut bisa sampai ke tangan konsumen yang
membutuhkan. Sistem distribusi klasik adalah melalui transaksi langsung antara
produsen dengan konsumen, atau melalui transaksi yang dilakukan di pasar. Pada
tingkatan perekonomian modern, permasalahan sistem distribusi ini lebih
kompleks lagi sehingga terbentuk berbagai macam sistem distribusi.
§ Masalah Konsumsi
Masalah
konsumsi menyangkut permasalahan apakah benda pemuas kebutuhan yang diproduksi
memang benda yang dapat dimiliki konsumen. Barang yang diproduksi haruslah
merupakan barang yang tepat, yaitu memang barang yang dibutuhkan, diinginkan,
dan mampu dibeli oleh konsumen. Dengan kata lain, masalah konsumsi adalah
persoalan kebutuhan, selera, serta daya beli konsumen.
2. Pokok Permasalahan Ekonomi Modern
Pokok masalah ekonomi modern terangkum
dalam dua kata kunci, kelangkaan dan pilihan. Yang pertama menjadi penyebab
yang kedua sehingga muncul empat pertanyaan mendasar tentang what, how, who, dan for whom. Walaupun
setiap masyarakat menghadapi pertanyaan yang sama, namun cara mengatasinya
berbeda. Perbedaan cara mengatasi inilah
yang melahirkan sejumlah sistem ekonomi.
Permasalahan yang dihadapi tidak hanya
sekedar untuk memenuhi kebutuhan manusia saja tetapi juga tentang bagaimana
mengatur dan melayani jutaan orang yang memiliki kebutuhan dan gaya hidup yang
selalu meningkat dan berubah-ubah. Kita dapat mendefinisikan empat masalah
fundamental perekonomian yang dihadapi setiap masyarakat di era modern.
§ Apa (What). Barang
dan jasa apa saja yang akan diproduksi
dan dalam jumlah berapa, harus ditentukan. Diantara sekian banyak barang
dan jasa, manakah yang harus dipilih
untuk diproduksi. Keputusan produksi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, namun juga
menghasilkan keuntungan maksimum.
§ Bagaimana (How). Dengan
cara bagaimana (how) proses produksi
akan dilakukan? Maksudnya adalahsiapa yang akan melaksanakan, menggunakan
sumber daya apa saja, dengan teknologi apa barang-barang tersebut dihasilkan,
seberapa besar skala produksinya? Sebelum kegiatan produksi itu dilakukan,
tindakan yang terbaik adalah melakukan riset terlebih dahulu kemudian membuat
perencanaan (planning).
Ini
merupakan permasalahan yang penting dalam perekonomian modern, karena pada
zaman modern terdapat banyak sekali kemungkinan cara dan proses produksi
barang. Berbagai faktor yang terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai hal
ini antara lain sebagai berikut:
1.
Pilihan kombinasi sumber daya yang
digunakan (SDM, SDA, SD Modal).
2.
Perencanaan proses produksi untuk
mendapatkan keuntungan maksimum dengan biaya minimum.
3.
Penentuan teknologi yang digunakan
(padat karya ataukah padat modal).
4.
Pertimbangan faktor-faktor eksternal
seperti harga, perekonomian nasional dan internasional, tingkat suku bunga,
biaya produksi, inflasi, dan sebagainya.
§ Siapa Pelaku Produksi (Who)
Di
zaman modern banyak pihak yang bisa melakukan produksi. Pihak itu bisa
pemerintah, swasta, atau koperasi. Inilah salah satu ciri modernisasi yaitu
spesialisasi, yaitu setiap pihak memiliki keterampilan atau keahlian khusus
yang tidak dimiliki pihak lain. Pertimbangan mengenai siapa pelaku produksi
merupakan hal yang penting karena setiap pihak memiliki kelebihan tertentu yang
mungkin mampu melakukan produksi lebih baik.
§ Untuk Siapa (For Whom)
Untuk
siapakah barang dan jasa yang dihasilkan itu? Siapa yang harus menikmati dan
memperoleh manfaat dari barang dan jasa tersebut? Atau dengan perkataan lain
bagaimanakah seluruh produk didistribusikan (dibagikan) kepada anggota
masyarakat? Apakah suatu produk ditujukan untuk masyarakat secara umum atau
untuk segmen pasar tertentu
3.
Alternatif
Pemecahan Permasalahan Ekonomi Melalui Sistem Ekonomi
1. Sistem Ekonomi
Tradisional (Traditional Economy)
Sistem ekonomi tradisional terdapat
pada masyarakat yang mempunyai cara hidup yang juga tradisional. Masyarakat
yang seperti ini adalah masyarakat yang terpencil atau terisolasi yang tidak
mempunyai peradaban atau taraf hidup yang tinggi, dan belum mengenal teknologi.
Masyarakat memproduksi sendiri barang-barang yang mereka butuhkan dengan cara
sederhana. Mereka tidak mengenal perdagangan dan semua aktivitas dilakukan
menurut adat istiadat dan kebiasaan, serta turun temurun. Pada sistem ekonomi
ini rumah tangga konsumsi maupun produksi tidak dapat dibedakan, karena peran
sebagai produsen dan konsumen dilakukan oleh rumah tangga yang sama.
|
Sisi
Positif
|
Sisi
Negatif
|
|
a. Tidak terjadi
persaingan karena semua dilakukan berdasarkan kebiasaan.
b. Anggota
masyarakat tidak terbebani target tertentu karena kegiatan dilakukan hanya
untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
|
a. Masyarakat
berbuat hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak untuk
meningkatkan kesejah-teraan.
b. Tidak bertujuan
mencari keuntungan sehingga tidaka da motivasi untuk menciptakan sebuah
kemajuan.
c. Menganggap tabu
terjadinya perubahan, sehingga sulit untuk berkembang
d. Tidak
memperhitungkan efisiensi dan penggunaan sumber daya
|
2. Sistem Ekonomi
Terpusat (Government Planned Economy)
Sistem ekonomi terpusat adalah suatu sistem
dimana pemerintah memiliki kendali yang ketat dalam menentukan kepemilikan
bisnis, laba, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan pemerintah. Semua faktor produksi adalah milik pemerintah sehingga
hak individu tidak diakui. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha
dengan bebas dalam kegiatan perekonomian.
Komunisme dan sosialisme adalah bentuk
dari ekonomi terencana. Komunisme adalah sistem ekonomi dimana tidak ada
kepemilikan pribadi, barang-barang dimiliki dan dikendalikan oleh negara.
Komunisme dicetuskan oleh Karl Marx yang percaya bahwa dihapuskannya
kepemilikan pribadi akan memunculkan masyarakat tanpa kelas. Sosialisme adalah
sistem ekonomi terencana dengan ciri kepemilikan dan pengoperasian seluruh industri
utama oleh pemerintah.
|
Sisi
Positif
|
Sisi
Negatif
|
|
a. Pemerintah mudah
mengendalikan permasalahan ekonomi.
b. Pasar barang
dalam negeri lancar.
c. Pemerintah ikut
campur dalam penentuan harga.
d. Mudah melakukan
distibusi yang rata.
e. Jarang terjadi
krisis ekonomi.
|
a. Mematikan
inisiatif individu untuk maju.
b. Masyarakat tidak
memiliki ke-bebasan untuk memiliki kekayaan dan sumber daya ekonomi.
|
3. Sistem Ekonomi
Pasar (Market System/Price System)
Pada sistem ekonomi ini segala
sesuatunya ditentukan oleh kondisi pasar. Pengaturan mengenai produksi,
distribusi, dan konsumsi dapat dilakukan oleh semua orang dengan
sebebas-bebasnya karena semuanya berdasarkan mekanisme pasar yaitu hubungan
antara permintaan (demand) dan
penawaran (supply). Harga ditentukan
oleh kekuatan pasar.
Aktivitas ekonomi yang bertujuan untuk
mendapatkan keuntungan atau laba memberikan motivasi tersendiri bagi setiap
individu untuk maju. Pemerintah cenderung lepas tangan terhadap pengalokasian
sumber daya.
|
Sisi
Positif
|
Sisi
Negatif
|
|
a. Inisiatif dan
kreatifitas masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi dapat
ditumbuhkembangkan.
b. Setiap individu
bebas memiliki kekayaan dan sumber daya produksi.
c. Muncul
barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang kurang bermutu tidak laku di
pasaran.
d. Efisiensi dan
efektivitas tinggi, karena setiap tindakan didasarkan atas motif ekonomi.
|
a. Sulit melakukan
pemerataan pendapatan.
b. Pemilik sumber
daya produksi atau pemilik modal mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga
orang kaya akan semakin kaya dan orang miskin semakin misksin.
c. Monopoli yang
dilakukan perusahaan merugikan rakyat.
d. Sering terjadi
gejolak ekonomi.
|
4. Sistem Ekonomi
Campuran (Mixed Economy System)
Merupakan perpaduan antara sistem
ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar. Pemerintah dan swasta mempunyai
peranan imbang dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah membuat intervensi dengan
membuat peraturan, membuat kebijakan, mengawasi, dan sebagainya. Secara
keseluruhan tabel berikut meringkas perbedaan diantara masing-masing sistem
ekonomi.
|
|
Tradisional
|
Terpusat
|
Pasar
|
Campuran
|
|
Kepemilikan Sumber Daya
|
Individu
|
Pemerintah
|
Swasta
|
Pemerintah
dan swasta
|
|
Harga
|
Belum ada perdagangan
|
Pemerintah
|
Pasar
|
Pemerintah
bisa intervensi
|
|
Persaingan
|
Tidak ada
|
Tertutup
|
Terbuka/bebas
|
Terbuka
bagi swasta
|
|
Kepemilikan
Individu
|
Ada
|
Tidak ada (sangat kecil)
|
Ada
|
Ada
|

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home