Bab II Kelangkaan
1. Kelangkaan
Kelangkaan
adalah kondisi di
mana kita tidak
mempunyai cukup sumber
daya untuk memuaskan semua
kebutuhan kita. Dengan
singkat kata kelangkaan
terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah
barang dan jasa yang tersedia. Kelangkaan bukan berarti segalanya sulit
diperoleh atau ditemukan.
Kelangkaan juga dapat
diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan
jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Kelangkaan
mengandung dua pengertian:
1. Alat
pemenuhan kebutuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
2. Untuk
mendapatkan alat pemuas kebutuhan memerlukan pengorbanan yang lain.
Masalah
kelangkaan selalu dihadapi
merupakan masalah bagaimana
seseorang dapat memenuhi kebutuhan
yang banyak dan
beraneka ragam dengan
alat pemuas yang
terbatas. Dalam menghadapi masalah
kelangkaan, ilmu ekonomi
berperan penting karena
masal ekonomi yang sebenarnya adalah bagaimana kita mampu menyeimbangkan
antara keinginan yang tidak terbatas
dan alat pemuas
kebutuhan yang terbatas.
Apabila suatu sumber
daya dapat digunakan untuk
menghasilkan suatu alat
pemuas kebutuhan dalam
jumlah tidak terbatas, maka
sumber daya tersebut dikatakan tidak mengalami kelangkaan
2. Faktor Penyebab Kelangkaan
a.
Keterbatasan sumber daya
b.
Perbedaan letak
geografis
c.
Pertambahan jumlah
penduduk
d.
Keterbatasan kemampuan
produksi
e.
Bencana alam
f.
Kerusakan sumber daya
alam akibat ulah manusia
g.
Keterbatasan manusia
untuk mengolah sumber daya yang ada
h.
Peningkatan Kebutuhan
manusia yang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan penyediaan sarana
kebutuhan
3. Strategi Mengatasi Kelangkaan
1.
Menyusun Skala Prioritas Kebutuhan
Skala prioritas kebutuhan
adalah suatu daftar tentang berbagai macam kebutuhan hidup yang disusun
berdasarkan kepentingannya, dari yang paling penting dan mendesak, dapat
ditunda pemenuhannya hingga
tidak perlu dipenuhi.
Dalam menyusun skala
prioritas kebutuhan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan di
antaranya 2 point berikut
·
Urutan pemuasan kebutuhan
harus didasarkan pada
tingkat kepentingan dan mendesak tidaknya kebutuhan tersebut
. Langkah ini perlu dilakukan agar kita
dapat menentukan kebutuhan apa saja yang perlu segera dipenuhi dan mana yang
masih bisa ditunda pemenuhannya.
·
Disesuaikan dengan penghasilan. Karena semua kebutuhan tetap tidak akan
terpenuhi apabila total uang yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan lebih besar daripada penghasilan.
2.
Berlaku Arif dan Bijaksana dalam Memanfaatkan Sumber Daya
Berlaku arif
dan bijaksana dalam
memanfaatkan sumber daya
bisa diterapkan dengan melakukan usaha-usaha berikut.
·
Memanfaatkan sumber daya
alam secara efisien
dan efektif serta
menggali yang belum terangkat.
Kegiatan ini perlu dilakukan agar sumber daya yang ada tidak cepat rusak atau
puna dan yang
baru dapat dimanfaatkan
secara optimal. Contohnya
: memperbaiki barang yang rusak.
·
Menyelenggarakan pendidikan dan
pelatihan ketrampilan untuk
meningkatkan kualitas sumber daya
manusia. Melalui kegiatan
ini diarapkan terbentuk
tenaga tenaga terampil dan ahli
di bidang sehingga dapat memaksimalkan kegunaan sumber daya. Misalnya,
menyelenggarakan kursus menjahit dan pelatihan montir.
·
Mengelola dan mendayagunakan sumber
modal secara tepat
guna. Pengelolaan sumber daya
modal secara tepat
guna akan membuat
seseorang mampu mengatur penghasilannya dengan
benar. Bagi pengusaha,
ia bisa mengefisienkan biaya operasional sehingga keuntungan yang
diperole pun maksimal
4. Prinsip
ekonomi
Biaya peluang adalah pengorbanan yang
dilakukan seseorang karena mengambil sebuah pilihan. Berbeda dengan biaya
langsung yang berhubungan dengan uang, biaya peluang tidak harus berhubungan
dengan uang.
Perhitungan biaya peluang bagi setiap
orang dapat berbeda, tergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi orang
tersebut. Terkait dengan alokasi sumber daya, konsep biaya peluang tidak hanya
berlaku untuk individu, tetapi juga sebuah perekonomian. Alokasi sumber daya (resource alocation) adalah keputusan tentang
seberapa besar sumber daya alam, manusia, dan modal harus digunakan untuk
melakukan proses produksi.
Sebagai contoh, misalnya 2.200 buah
komputer dapat dihasilkan jika perusahaan menentukan untuk mengurangi sumber
daya yang akan digunakan untuk memproduksi mobil menjadi 600 buah saja. Hal ini
menjelaskan kenapa kurva kemungkinan produksi memiliki kemiringan (slope) negatif. Alasannya tidak semua
sumber daya dapat digunakan untuk memproduksi semua barang pemuas kebutuhan
yang diinginkan. Jumlah produksi untuk suatu barang dapat dicapai dengan
mengurangi produksi barang yang lain. Kurva kemungkinan produksi untuk
kombinasi output yang dipilih perusahaan dapat dilihat sebagai berikut:

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home