Wednesday, 31 July 2019

Bab II Kelangkaan


1.   Kelangkaan
Kelangkaan  adalah  kondisi  di  mana  kita  tidak  mempunyai  cukup  sumber  daya  untuk memuaskan  semua  kebutuhan  kita.  Dengan  singkat  kata  kelangkaan  terjadi  karena  jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia. Kelangkaan bukan berarti segalanya  sulit  diperoleh  atau  ditemukan.  Kelangkaan  juga  dapat  diartikan  alat  yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Kelangkaan mengandung dua pengertian:
1.  Alat pemenuhan kebutuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
2.  Untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan memerlukan pengorbanan yang lain.
Masalah  kelangkaan  selalu  dihadapi  merupakan  masalah  bagaimana  seseorang  dapat memenuhi  kebutuhan  yang  banyak  dan  beraneka  ragam  dengan  alat  pemuas  yang  terbatas. Dalam  menghadapi  masalah  kelangkaan,  ilmu  ekonomi  berperan  penting  karena  masal ekonomi yang sebenarnya adalah bagaimana kita mampu menyeimbangkan antara keinginan yang  tidak  terbatas  dan  alat  pemuas  kebutuhan  yang  terbatas.  Apabila  suatu  sumber  daya dapat  digunakan  untuk  menghasilkan  suatu  alat  pemuas  kebutuhan  dalam  jumlah  tidak terbatas, maka sumber daya tersebut dikatakan tidak mengalami kelangkaan

2.   Faktor Penyebab Kelangkaan
a.         Keterbatasan sumber daya
b.         Perbedaan letak geografis
c.          Pertambahan jumlah penduduk
d.         Keterbatasan kemampuan produksi
e.         Bencana alam
f.           Kerusakan sumber daya alam akibat ulah manusia
g.         Keterbatasan manusia untuk mengolah sumber daya yang ada
h.         Peningkatan Kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan penyediaan sarana kebutuhan

3.   Strategi Mengatasi Kelangkaan
1.      Menyusun Skala Prioritas Kebutuhan
Skala prioritas kebutuhan adalah suatu daftar tentang berbagai macam kebutuhan hidup yang disusun berdasarkan kepentingannya, dari yang paling penting dan mendesak, dapat ditunda  pemenuhannya  hingga  tidak  perlu  dipenuhi.  Dalam  menyusun  skala  prioritas kebutuhan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan di antaranya 2 point berikut
·      Urutan  pemuasan  kebutuhan  harus  didasarkan  pada  tingkat  kepentingan  dan mendesak tidaknya kebutuhan tersebut .  Langkah ini perlu dilakukan agar kita dapat menentukan kebutuhan apa saja yang perlu segera dipenuhi dan mana yang masih bisa ditunda pemenuhannya.
·      Disesuaikan dengan penghasilan. Karena semua kebutuhan tetap tidak akan terpenuhi apabila total uang  yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan lebih besar daripada penghasilan.
2.      Berlaku Arif dan Bijaksana dalam Memanfaatkan Sumber Daya
Berlaku  arif  dan  bijaksana  dalam  memanfaatkan  sumber  daya  bisa  diterapkan  dengan melakukan usaha-usaha berikut.
·      Memanfaatkan   sumber  daya  alam  secara  efisien  dan  efektif   serta  menggali  yang belum terangkat. Kegiatan ini perlu dilakukan agar sumber daya yang ada tidak cepat rusak  atau  puna  dan  yang  baru  dapat  dimanfaatkan  secara  optimal.  Contohnya  : memperbaiki barang yang rusak.
·      Menyelenggarakan  pendidikan  dan  pelatihan  ketrampilan  untuk  meningkatkan kualitas  sumber  daya  manusia.  Melalui  kegiatan  ini  diarapkan  terbentuk  tenaga  tenaga terampil dan ahli di bidang sehingga dapat memaksimalkan kegunaan sumber daya. Misalnya, menyelenggarakan kursus menjahit dan pelatihan montir.
·      Mengelola  dan  mendayagunakan  sumber  modal  secara  tepat  guna.  Pengelolaan sumber  daya  modal  secara  tepat  guna  akan  membuat  seseorang  mampu  mengatur penghasilannya  dengan  benar.  Bagi  pengusaha,  ia  bisa  mengefisienkan  biaya operasional sehingga keuntungan yang diperole pun maksimal

4.   Prinsip ekonomi
Biaya peluang adalah pengorbanan yang dilakukan seseorang karena mengambil sebuah pilihan. Berbeda dengan biaya langsung yang berhubungan dengan uang, biaya peluang tidak harus berhubungan dengan uang.
Perhitungan biaya peluang bagi setiap orang dapat berbeda, tergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi orang tersebut. Terkait dengan alokasi sumber daya, konsep biaya peluang tidak hanya berlaku untuk individu, tetapi juga sebuah perekonomian. Alokasi sumber daya (resource alocation) adalah keputusan tentang seberapa besar sumber daya alam, manusia, dan modal harus digunakan untuk melakukan proses produksi.
Sebagai contoh, misalnya 2.200 buah komputer dapat dihasilkan jika perusahaan menentukan untuk mengurangi sumber daya yang akan digunakan untuk memproduksi mobil menjadi 600 buah saja. Hal ini menjelaskan kenapa kurva kemungkinan produksi memiliki kemiringan (slope) negatif. Alasannya tidak semua sumber daya dapat digunakan untuk memproduksi semua barang pemuas kebutuhan yang diinginkan. Jumlah produksi untuk suatu barang dapat dicapai dengan mengurangi produksi barang yang lain. Kurva kemungkinan produksi untuk kombinasi output yang dipilih perusahaan dapat dilihat sebagai berikut:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home